KARBOHIDRAT (UJI MOLISCH, UJI BENEDICT,
DAN UJI BARFOED)
I.
Tujuan
percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah menganalisis secara
kualitatif senyawa golongan karbohidrat pada sampel dengan mengunakan uji
Molisch, uji Benedict, dan uji Barfoed.
II.
Konsep
Dasar
Karbohidrat adalah polihidroksi
aldehid (aldosa) atau polihidroksi keton (ketosa) dan turunannya atau senyawa
yang bila dihidrolisa akan menghasilkan salah satu atau kedua komponen
tersebut. Karbohidrat berasal dari bahasa Jerman yaitu Kohlenhydrote dan dari bahasa Prancis Hidrate De Carbon. Penamaan ini didasarkan atas komposisi unsur
karbon yang mengikat hidrogen dan oksigen dalam perbandingan 2:1 (Irawan,
2007:203).
Identifikasi karbohidrat dibedakan atas uji umum
dan uji khusus. Uji umum berlaku untuk semua karbohidrat sedangkan uji
khusus hanya berlaku untuk karbohidrat
tertentu. Dalam uji umum karbohidrat, karbohidrat yang mempunyai lima atom
karbon atau lebih akan memberikan hasil yang sama seperti uji Molisch dan
Anthron. Uji khusus untuk karbohidrat antara lain uji terhadap karbohidrat
pereduksi, uji khusus untuk ketosa, dan uji khusus untuk pentosa dengan
beberapa uji antara lain Fehling, Benedict, Asam pikrat, Tollens, dan Barfoed
(Sumarjo, 2008:236).
Uji
molisch (uji yang umum untuk karbohidrat). Pereaksi positif jika terbentuk
cincin ungu pada perbatasan kedua lapisan. ( Kamaludin, 2010: 248)
Uji
Molisch merupakan uji yang paling umum untuk karbohidrat. Uji Molisch sangat
efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat didehidrasi oleh asam pekat menjadi
senyawa furfural yang tersubstitusi seperti hidroksimetil furfural, uji molisch
ditandai dengan warna merah akan tampak pada bidang batas antara campuran
karbohidrat dengan α-naphtol dan asam sulfat pekat, sifat ini di pakai sebagai
dasar uji kualitatif adanya karbohidrat (Fessenden, 1986:269).
Pereaksi
benedict merupakan campuran 17,3 gram kupri sulfat, 173 gram natrium sitrat,
dan 100 gram natrium karbonat dalam 100 gram air. Pemanasan karbohidrat
pereduksi dengan pereaksi benedict akan terjadi perubahan warna dari biru –
hijau – kuning – kemerah-merahan – dan akhirnya terbentuk endapan merah
batakupro oksida apabila konsentasi karbohidrat pereduksi cukup tinggi. (
Sumardjo, 2009: 216)
Pada
uji Benedict, teori yang mendasari adalah gula yang mengandung gugus aldehida
atau keton akan mereduksi ion Cu⁺ yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida)
berwarna merah bata (Raharjo, 2008:285).

0 komentar:
Posting Komentar